Google
 

Tuesday, April 08, 2008

Paklobutrazol: Kegunaan dan Rambu-rambu Pemakaian

>

Zat pengatur tumbuh Paklobutrazol merupakan senyawa kimia bila diberikan ke suatu tanaman akan memberikan efek penghambat pertumbuhan tunas. Penggunaan zat pengatur tumbuh ini bila diberikan tidak sesuai dengan aturan akan membuat gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman dalam tingkat lebih lanjut. Cara kerja zat pengatur tumbuh ini adalah dengan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman (pertumbuhan tunas dan daun). Dampak penghambatan di dalam fisiologis tanaman antara lain: 1. Dalam jangka waktu tertentu meningkatkan rasio karbon-nitrogen (C/N), artinya dengan meningkatnya kadar karbon berpotensi untuk merangsang keluarnya tunas bunga. 2. Menekan kadar hormon tanaman seperti Gibberelin, dimana bila kadar Gibberelin menurun maka dapat merangsang keluarnya tunas bunga. Syarat agar tanaman tidak mengalami gangguan fisiologis akibat penggunaan Paklobutrazol, maka tanaman harus dipersiapkan sebagai berikut: Syarat internal tanaman: 1. Tanaman sudah memasuki fase generatif (pernah berbunga) 2. Tanaman dalam kondisi sehat (tidak mendapatkan serangan hama ataupun penyakit) Syarat eksternal tanaman: 1. Perlakuan pemangkasan (perubahan C/N rasio) 2. Pemupukan (mengurangi pemupukan N dari Ammonium) Penggunaan Paklobutrazol pada tanaman cukup 1 kali saja, bila diberikan lebih dari yang disarankan akan memberikan dampak gangguan fisiologis dalam bentuk tanaman kerdil dan merana, daun menggulung/keriting. Konsentrasi pemakaian 6 - 10 ml/L untuk tanaman buah, sedangkan untuk tanaman hias 2 ml/L. Produk yang tersedia: 1. Golstar 250 SC2. Patrol 250 SC (Yudha Hartanto, M.Si, diolah dari berbagai sumber)

No comments: