Google
 

Monday, February 18, 2008

Agar caladium Cantik Terus

Tiga pot caladium berdaun bulat berwarna merah di halaman depan rumah merana satu per satu daun anggota famili Araceae itu menguning, mengering, dan akhirnya gugur. Tak satu pun daun baru muncul menggantikan yang mati.
Penyiraman cuma 2 kali seminggu di musim kemarau diduga jadi musababnya. Seharusnya di musim kemarau, selain menyiram setiap hari diberi tatakan air di bawah pot. Dengan begitu media selalu lembap. Jiga Caladium tidak berdaun dan tinggal umbi saja karena mengalami kondisi stres, dapat pula disebut masa dormansi. Maksudnya, caladium berada dalam kondisi istirahat panjang. Saat itu tak ada pertumbuhan vegetatif sama sekali. Artinya tidak ada daun indah yang dipamerkan. Lazimnya masa dormansi berlangsung selama 4-5 bulan. Di alam, peristiwa dormansi merupakan cara caladium untuk bertahan hidup dalam kondisi kemarau panjang. Pada musim kemarau, kelembapan lingkungan dan tanah tempat tumbuh berkurang, kelembapan udara pada penghujan rata-rata 85-95%; kemarau, 40-50%. Berkurangnya kelembapan udara diiringi berkurangnya kelembapan media tumbuh karena air yang ada di media menguap sehingga media kering. Padahal supaya pertumbuhan vegetatif baik, caladium butuh kelembapan udara di atas 70% dan kondisi tanah lembap. Makanya daun caladium biasanya rimbun di musim hujan. Di tangan hobiis, dormansi terjadi karena kekurangan air, zat hara, atau salah penggunaan media. Media Caladium termasuk tanaman aroid yang senang air. Air dibutuhkan untuk pertumbuhan vegetatif. Tak ada rumus pasti untuk mengukur kebutuhan air caladium. Sebagai patokan kelembapan udara di atas 70% dan media selalu dalam kondisi lembap. Bila media kering kerabat aglaonema itu mengalami istirahat panjang. Jadi, kebutuhan air praktis sepanjang umur hidup caladium. Oleh karena itu pilih media yang bisa menahan banyak air, seperti cocopeat atau kompos yang dicampur dengan arang sekam dengan perbandingan 1:1. 'Pokoknya yang banyak bahan organiknya. Cocopeat sanggup menahan air 50-75% dari volumenya. Lama penyimpanan tergantung cuaca. Pada musim kering cocopeat mampu menyimpan air selama 1-3 hari. Musim hujan, bisa sampai 4-7 hari. Sedangkan kompos, menyimpan air 50% dari volumenya yang bertahan selama 3 hari tergantung kondisi lingkungan. Ada juga yang menggunakan media humus andam. Daya serap humus cukup tinggi, 80-90% dari bobotnya. Dengan begitu, media tetap lembap sehingga caladium tak dorman. Ciri media lembap terasa basah jika tangan dimasukkan, tapi air tidak sampai menggenang. Pada kemarau, kelembapan berkurang karena curah hujan sedikit dan matahari bersinar terang sehingga air di udara menguap. Kekurangan air diatasi dengan menaikkan frekuensi penyiraman. penyiraman dilakukan 3-4 kali per hari, pada penghujan cukup 2 kali per hari. Cara lain, meletakkan alas berisi air di bawah pot. Selain media tunggal, media campuran juga bisa dipakai dengan catatan mampu menahan air. menggunakan media jadi yang terdiri dari campuran cocopeat, sekam bakar, pakis, dan pupuk kandang. Selain mampu menyimpan air secara baik, media tanam seperti itu juga bersifat gembur. Media tanam yang terlalu keras dan padat bisa memicu caladium dorman. Kurang hara Kekurangan hara penyebab lain caladium mengalami dorman. Itu banyak terjadi pada setuap orang. Akibat media asam, pupuk cair yang mengandung unsur NPK seimbang tak bisa diserap tanaman secara optimal. Padahal unsur nitrogen berperan dalam pembentukan sel dan jaringan di dalam tanaman. Fosfor mendorong pertumbuhan akar dan kalium memperkuat jaringan sehingga daun tidak mudah rontok. Akibat kekurangan hara, daun caladium kuning, layu, dan mati. Daun baru pun tak mau keluar. pupuk yang bisa digunakan antara lain yang berkadar N tinggi. Unsur N memacu pertumbuhan vegetatif. Jenis anorganik seperti Growmore, Hyponex, Dekastar, atau Osmokot. Kebutuhan hara juga didapat dari bahan organik. Humus andam mengandung N tinggi. Miseliumnya terdiri dari lignin, poliuronida serta unsur C, H, O, S, dan P. Bahan organik itu juga mampu meningkatkan ketersediaan Ca, Mg, dan K yang dibutuhkan tanaman. Akibatnya, caladium yang ditanam dengan media humus andam cepat berakar dan terus mengeluarkan daun. Dorman vs ukuran umbi Masa dormansi sebenarnya tak selamanya merugikan. Sebab, saat itu mata-mata tunas sedang memperbanyak diri. Sayangnya, makin besar ukuran umbi masa dorman semakin lama. Oleh karena itu masa dorman dihindari hobiis. 'Keindahan caladium ada di daun, begitu daun hilang berarti hilang juga keindahannya,Untuk mempersingkat waktu tidur, cara mengatasinya dengan cara repotting. Umbi caladium dikeluarkan dari dalam pot, lalu dibersihkan dari media yang menempel. Sebelum ditanam, umbi direndam dulu dalam larutan perangsang akar berdosis 2 ml/l air selama 15 menit. Setelah itu dikeringanginkan sebelum direndam larutan fungisida selama 15 menit. Umbi ditiriskan dan ditanam dalam media tanam baru yang banyak mengandung bahan organik. menggunakan media campuran arang sekam, cocopeat, dan humus andam masing-masing satu bagian. Dengan begitu, tunas caladium tumbuh 2 minggu kemudian. Caladium pun kembali tampil memikat.

Readmore...

Caladium Siam di Ranah Minang

Minimal 50 pot caladium berjejer rapi di salah satu sudut halaman belakang kediaman Dra Hj Mairawita Marlis, MSi. Semua berpenampilan sehat: batang tegak, daun mulus tanpa cacat, dan rimbun di bawah naungan shading net berkerapatan 70%.
Warna merah mendominasi kelir caladium koleksi istri wakil gubernur Sumatera Barat itu. Sepot caladium dengan kombinasi warna merah dan semburat hijau di tepi daun membuat wartawan Trubus, Syah Angkasa, yang berkunjung ke sana pada Desember 2007 terpikat. Maklum anggota famili Araceae itu punya batang sangat kokoh. Ukurannya sebesar jari telunjuk orang dewasa. Warnanya hijau kecokelatan. Jika dipegang terasa sangat kaku. Batang kekar itu menopang daun selebar baki yang juga kaku. Kesannya gagah. Koleksi lain juga berwarna merah-hijau dengan ukuran daun lebih kecil, tapi rimbun. Daun terlihat kontras dengan garis-garis putih menyelingi warna merah dan hijau. Jenis lain berdaun merah-hijau dan mengkilap seperti daun plastik. Batangnya juga kokoh berwarna hitam pekat. Hampir semua koleksi didapat dari negeri Siam. Corak baru Keindahan caladium negeri Gajah Putih memang seperti tak ada habisnya. Pada Desember 2006, wartawan Trubus, Evy Syariefa, menemukan berbagai corak di arena pameran tanaman hias tahunan di Suan Luang, Bangkok. Sebut saja naratous yang berwarna putih kehijauan dengan tulang daun merah tua cenderung hitam. Atau don je dee berdasar putih dengan tulang hijau dan semburat merah muda tipis-tipis di ujung daun. Ada juga sri ngern yuang yang justru berdasar putih dengan tulang merah muda, tapi ada garis-garis hijau pupus di ujung daun. Jenis lain, garb dengan paduan putih dan sapuan merah muda, arun chana yang daunnya tumpuk, charerm pra giat berwarna dasar merah dan tulang hitam, serta ratchaphreuk yang terlihat cerah dengan paduan warna merah terang dan kuning emas di tepi. Keindahan bonsi negeri Siam kembali terhampar waktu wartawan Trubus, Andretha Helmina, berkunjung ke sana setahun kemudian. Pada Desember 2007 itu, minimal ditemukan 11 hibrida baru di kebun Lert Lit Nootpaen di Tambol Brangrakpattana, Nonthaburi. Sebut saja silangan antara tape pitak dan kantakuman. Seperti indukannya, hibrida baru itu berwarna merah dengan tulang merah tua kehitaman. Yang membuatnya lebih menarik, ada bibir di dekat pangkal daun yang berbatasan langsung dengan tangkai. Silangan lain, kantakuman x hibrida tanpa nama. Karakter kantakuman yang berdaun tumpuk dengan warna merah terlihat jelas. Hanya saja, turunannya berwarna lebih cerah. Masih bernuansa merah, ada silangan leung kantana x hibrida tanpa nama. Caladium itu apik dengan daun mengkilap. Tanaman kerajaan Tak melulu yang bernuansa merah, kerabat aglaonema berwarna dominan hijau juga tetap menarik. Contohnya chao ying x petch monton. Paduan warna hijau dan putih dengan bintik-bintik merah muda membuat penampilannya terlihat cerah. Paduan hijau-putih-merah muda pula yang dilihat di kebun Sutthi Jlin U Thai. Hanya saja corak hijau dan putih terpisah jelas-seperti ada sekat. Bintik-bintik merah muda di bagian berwarna hijau dan semburat merah muda di atas warna putih membuatnya terlihat kian menawan. Sutthi menyebutnya sweet angel. Pantas bila para pemain di Thailand rajin menyilang-nyilangkan. Caladium tanaman hias daun favorit Ratu Sirikit. Supaya penyilang terus menghasilkan bonsi-bonsi cantik, kontes rutin diadakan. Salah satunya pada ajang pameran di Suan Luang yang rutin Trubus sambangi. Di sana, caladium silangan lama dan baru beradu kecantikan. Oleh trubuson (Evy Syariefa/Peliput: Andretha Helmina & Syah Angkasa).

Readmore...

Pesona si daun batu

Tiga tahun sudah Haworthia springbovlakensis menghuni rumah tanam di kawasan Lembang. Selama itu pula ukuran daun anggota famili Asphodelaceae itu tak kunjung bertambah.
Hanya bakal daun seukuran kedelai menyembul di antara dua daun setinggi 1 cm. Haworthia asal Afrika Selatan itu memang tergolong jenis yang pertumbuhannya lamban. Erminus Temmy-sang pemilik-mesti rela menunggu hingga 2 tahun untuk menyaksikan daun baru muncul. Di habitat aslinya di kawasan West Cape sekitar Oudtshoorn, populasi tanaman menyerupai batu itu pun hanya sedikit. Ukuran Haworthia springbovlakensis koleksi Temmy memang sangat mungil. Penampang melintang daun berbentuk setengah lingkaran. Tingginya kurang dari 1 cm dan diameter daun 5-7 mm. Warnanya cokelat tua. Ujung daun berbentuk menyerupai tapal kuda. Di permukaannya terdapat semburat cokelat pekat hingga hitam. Duri-duri halus berwarna putih bertaburan di tepi daun. Saat pertama kali didatangkan dari Jerman 3 tahun silam, jumlah daun hanya 3 helai. Karena ukuran daunnya pendek, tanaman itu seringkali terkubur tanah atau ujung daunnya saja yang terlihat menyembul. Itulah sebabnya menemukan Haworthia springbovlakensis di alam cukup sulit, apalagi di pasaran. Untuk mendapatkannya, Temmy merogoh kocek cukup dalam. Nilainya US$30 setara Rp300.000/tanaman. Harga yang cukup mahal untuk menebus tanaman mungil seukuran biji kacang merah. Beragam Koleksi lain adalah Haworthia bruynsii. Seperti H. springbovlakensis, ujung daunnya berbentuk menyerupai tapal kuda, tetapi hampir segitiga. Ukuran daunnya lebih panjang, sekitar 2 cm. Sosoknya pun lebih roset meski baru berdaun 8. Daun muda berada di tengah dikelilingi daun tua. Warna daun hijau kecokelatan.

Readmore...