Google
 

Tuesday, December 11, 2007

Ikhwal Anthurium Yang Suka Menangis Atau Airmata Bunda

>

Belakangan ada nama baru untuk Anthurium, yaitu Anthurium Air Mata Bunda. Penggemar pun terkesima. Karena konon, anthurium itu bisa meneteskan airmata. Cuma takjelas, kenapa harus disebut Bunda, dan bukan Ayah yang menangis.
Apa benar ada anthurium bisa menangis? Harga anthurium jenis itu pun kontan naik. Apa benar ada anthurium bisa menangis? Di Karang Pandan, Solo, seorang pemain anthurium besar, terkekeh -kekeh mendengar info adanya anthurium yang suka nangis. "Kalau sampeyan datang ke sini senja atau malam hari, anthurium-anthirum saya banyak yang lagi menangis," katanya. Soal harga? "Ya harga biasa saja. Tinggal pilih jenis apa?" katanya. Jenis anthurium yang gemar menangis ternyata memang tidak hanya jenis tertentu. Ada anthurium kol yang suka menangis, ada anthurium jenis sawi yang juga ternyata cengeng. Praktis, hampir semua jenis anthurium sangat gambreng, dan gampang bersedih hati. Di dunia tanaman, hal ini sebetulnya bukan hal baru. Gejala seperti ini lazim disebut gutasi. Proses terjadinya gutasi pada tanaman sangat mungkin terjadi hanya di pagi hari. Hal ini sangat berkaitan dengan proses fontosintesis yang membuahkan O2 (oksigen) dan energi dari pembongkaran glukosa dan carbondioksida.(CO2 + H2O C6H12O6 + O2 + energi ) Sedangkan gutasi yang terjadi pada tanaman adalah hasil dari serapan akar yang di bawa oleh jaringan silem maupun floem dalam mobilitas metabolisme tanaman, terutama pada proses respirasi (pernafasan) kebalikan dari proses fotosintat. Dari jaringan angkut yang diwakili oleh akar batang dan daun ini membawa partikel air dan hara dari dalam media yang tersedia, berupa kation-kation dari unsur gizi tanaman C,H,N,S,P,O,K dan lainya berupa mineral, termasuk sebagian besar berupa mineral air. Sehingga ketika kandungan air tadi sampai pada jaringan daun, maka stomata daun akan menerima rangsangan dari tekanan angkut oleh proses respirasi. Perlu diingat bahwa hukum yang berlaku adalah pengaruh osmosis dari suhu lingkungan yang beda ekstrim. Jadi ketika siang hari suhu tinggi tanaman melakukan metabolisme yang lebih sempurna, artinya simpanan kandungan air terpakai secara maksimal, sedangkan suhu rendah (malam hari) mulai melepas, sehingga di pagi fajar akan mengeluarkan kelebihan muatan uap air secara internal lewat stomata daun dan pengaruh grafitasi. Sangat mungkin terjadi dukungan dari kumpulan embun pagi. Dari proses ini terjadilah gutasi yakni kumpulan air yang keluar dari stomata berupa tetesan-tetesan air yang sering kita lihat di ujung daun ke bawah tanah. Jadi hati-hati kalau nanti ada Anthurium Ayah Berduka. Jelas, itu fitnah belaka. (Deni Kurniawan)

No comments: