Google
 

Monday, February 18, 2008

Ijuk aren wadah anggrek

Rambatan ijuk berbentuk batang dapat dimanfaatkan sebagai wadah tumbuhan anggrek gantung. Caranya, potong batangan itu menjadi 5-7 bagian. Setiap batang sepanjang 20 cm.

Ikat batangnya dengan kawat sehingga menyatu, Tempel dan ikat beberapa anggrek menjuntai seperti merati, Dendrobium agregatum. Terciptalah pot gantung anggrek yang sangat cantik sebagai hiasan rumah anda.

Readmore...

Tips Memindahkan Pachypodium

Hati-hati dengan Duri Disini akan dipaparkan pemindahan Pachypodium Lamerei var romusum dengan tinggi 20 cm dan Pachypodium Lamerei tinggi 50 cm. Pastikan terlebih dahulu bahwa Pachypodiumnya dalam kondisi sehat. Waktu untuk pemindahan biasanya sore hari atau pagi hari.
Perhatikan juga kondisi durinya. P. Lamerei terkenal dengan durinya yang tajam. Untuk yang tingginya 20 cm, durinya sudah mencapai panjang 1.5 cm sedangkan yang tingginya 50 cm durinya sudah mencapai panjang 3 cm. Jarak antar duri2nyapun padat, sehingga sulit mencari celah untuk memegangnya. Perangkat Perang Sebelum memulai pemindahan, sediakan terlebih dahulu pot untuk memindahkan, media (pasir & kompos 1:1, plus dolomit kalau mau), batu split sebagai dasar di pot dan perangkat pengaduk seperti sekop kecil. Demi keselamatan tangan boleh pakai sarung tangan yang cukup tebal semisal dari kulit. Sebagai media bantu pengaman duri bisa disiapkan tissue gulung, streofom, spon, moss atau gedebong pisang. Nah media bantu ini diharapkan tidak merusak duri saat pemindahan. Untuk yang durinya masih pendek cukup digunakan tissue, tapi apabila durinya sudah cukup panjang dan keras penggunaan streofom, spon atau moss (biasa digunakan untuk merangkai bunga). Satu, Dua, Tiga... Secara umum ada tiga langkah untuk memindahkan Pachypodium setelah seluruh media disiapkan. Proses ini bisa dilakuakn Langkah I : (gambar 1 dan 2) Lilitkan tissue gulung pada batang Pachypodium yang berduri pendek. Untuk yang berduri panjang cukup tempelkan streofom (sepasang) pada sisi batang untuk memegangnya. Kadang walaupun berduri panjang, ada juga yang tidak keras. Untuk yang seperti ini bisa gunakan moss, spon atau gedebong pisang. Langkah 2 : (gambar 3 dan 4) Miringkan pot lama yang masih berisi Pachypodium. Tahan batangnya dengan tangan. Kalau medianya poros, maka tanaman akan cepat terangkat dari potnya. Untuk tanaman yang besar harus lebih bersabar dan berhati2. Pakai bantuan sekop kecil untuk mencongkel keluar. Kalau ada akar yang menempel di pot berhati-hatilah mencabutnya. Jangan sampai akar hidupnya terluka. Kalaupun terluka segera beri fungisida secukupnya. Langkah 3 : (gambar 5 dan 6) Angkat dan pindahkan Pachypodiumnya dari pot lama ke pot baru. Tidak usah terburu2. Kalau mau dibersihkan dulu akarnya boleh2 saja tetapi hati2. Setelah dimasukkan ke dalam pot yang baru masukkan secara hati-hati medianya sampai akarnya terbenam semua. Kalau medianya poros dan tidak padat, kadang Pachypodium yang baru direpot akan doyong apalagi bila ukurannya besar. Untuk itu dapat disangga terlebih dahulu sampai padat medianya atau tidak doyong. Untuk itu bisa gunakan penyangga dari bambu saja. Segarkan Terlebih Dahulu Proses terakhir adalah adaptasi akar dan tanaman dengan media baru. Untuk itu dapat diberi vitamin B1 dan pupuk untuk akar sesuai takaran dan ditempatkan di tempat yang teduh selama 2-3 hari. Berikan juga air secukupnya. Bila sudah lewat masa adaptasi maka Pachypodium dapat segera dipindahkan ke tempat yang terbuka dan disinari matahari langsung. Proses pindah pot ini bisa dilakukan 1 tahun sekali kalau memang ingin dilakukan. Tetapi kalau mau 3-5 tahun sekali juga tidak jadi masalah asalkan media mempunyai unsur hara yang terjaga. Pemberian pupuk organik yang bisa memperbaiki struktur media bisa digunakan untuk menjaga unsur hara media Pachypodium. Selamat mencoba. Jangan takut tertusuk duri, karena proses pemindahan ini pastinya akan tertusuk juga. Daniel Hendrawan

Readmore...

Cara Perawatan Lidah Buaya

Secara alami lidah buaya tidak memerluakan perawatan khusus. Namun, untuk mendapatkan produksi maksimal, tanaman perlu dipelihara intensif. Pemeliharaan yang dilakukan berupa penyiraman, penyulaman, penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit.
Kita mulai dengan Penyiraman : dilakukan untuk mencegah kekeringan. Frekuensi penyiraman sangat tergantung dari musim. pada musim kemarau penyiraman dapat dilakukan setiap hari. Caranya merendam parit bedengan selama 1-2 jam meski demikian tetap diperlukan beberapa pekerja yang menyiram langsung tanaman. Saat musim penghujan, penyiraman hanya dilakukan seminggu sekali. Penyiraman yang teratur akan membuat tanaman tetap hijau dan segar. Tanaman yang kekurangan air menunjukkan gejala warna kemerahan pada bagian dalam pelepah. Pucuk pelepah pun tanmpak keriting mengering. Penyulaman : dilakukan untuk mengganti tanaman mati atau yang memperlihatkan gejala sakit beberapa hari setelah ditanam. Maksudnya agar pertumbuhan tanaman tetap seragam. Bibit yang dipakai harus seumur oleh karena itu saat pengadaan bibit siapkan pula bibit cadangan sekitar 1% dari populasi tanaman. Penyulaman bisa dilakukan 10-14 hari setelah penanaman pertama. Tanaman pengganti itu bisa diambil dari anakan yang tumbuh di sekitar tanaman. Namun sebaiknya pilih ukuran yang sepadan dengan tanaman yang digantikan. Pengambilan anakan sekaligus juga mempercepat pertumbuhan pohon sebab tidak perlu membagi hara atau energi kepada anakan. Penyiangan : Penyiangan gulma atau rumput liar penting dilakukan. selain menjadi pesaing dalam pengambilan zat hara, gulma juga menjadi sarang penyakit. Penyiangan dapat dilakukan dengan mencabut atau mencangkul. Perlakuan ini dilakukan bersamaan sebelum tanaman diberi pupuk susulan 3 bulan sekali. Namun, penyiangan dapat saja dilakukan lebih cepat bila dilahan ditemukan gulma. Saat tanaman berumur 1 tahun, pencabutan dilakukan pula pada anakan yang muncul di sekeliling induk. Dalam waktu 6 bulan, tanaman induk dapat menghasilkan lebih dari 10 anakan yang dicabut tidak perlu dibuang. Ia dapat dijadikan bibit atau dijual. Selama penyiangan pembumbunan dapat dilakukan secara serempak. Pembumbunan dilakukan agar tanah gembur lagi sehingga porositas terjaga. Sebab penyiraman menyebabkan tanah memadat dan udara didalamnya menipis. Selain itu akan membuat tanaman lebih kokoh dan berfungsi untuk perbaikan drainase antar bedengan. Pemupukan : Lidah buaya perlu dipupuk untuk pertumbuhan maksimal. pupuk dasar biasanya diberikan 3-4 hari sebelum tanam. Komposisi per tanaman 200 g pupuk kandang 20 g urea 10 g TSP 10 g KCl 25 g abu tanaman dan 25 g kulit udang, semua dicampur merata dan ditebar di sekeliling libang tanaman. Pemupukan lanjutan dilakukan 1,5-2 bulan kemudian terdiri dari 20 g urea 10g TSP dan 10g KCl. Ketiganya tetap diberikan dengan dosis serupa setiap 2 bulan pupuk kandang abu dan kulit udang diberikan 6 bulansekali dengan dosis 250g-300g, 30-50g dan 25g-40g. Pemberi pupuk susulan terus diulang pada tahun ke-2 sampai masa produksi berakhir pada tahun ke-8. Caranya dengan membenamkan pupuk mengikuti tajuk terluar tanaman. Pengendalian hama penyakit : Penyakit yang menyerang lidah buaya sebenarnya tidak terlalu serius. Bila pelepah terdapat luka kemungkinan ia terserang busuka daun akibat cendawan. Pengunaan kotoran di luar kambing seperti ayam seringkali menyebabkan busuk pangkal batang karena Erwinia chrysantemi. Tanaman yang terserang sebainya dimusnahkan saja. Lidah buaya pun rentan kekurangan kalium. Bila terjadi pada pelepah akan muncul spot-spot kehitaman. Gejala lainnya, ujung pelepah kering dan terdapat bercak kehitaman Fusarium solani dan Alternaria alteranata sering dijumpai pula. Tanaman perlu dibuang atau diseprot dengan pestisida seperti Dithane atau Benlate dosis 2g/l air. Jika semua atelah dilakukan dan dilaksanakan dengan baik teliti dan yang lebih penting kesabaran pasti hasil panen yang ditunggu-tunggu akan mendapatkan kepuasan seperti yang diharapkan.

Readmore...