Google
 

Friday, December 14, 2007

Media Tanaman ATHURIUM

Media tanam merupakan untuk tumbuhya tanaman, untuk itu maka media tanaman harus sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Sesuai dengan kebutuhannya, secara umum media tanam tanaman hias dapat dibedakan menjadi beberapa kreteria yakni: tanaman yang suka kering (xerofit), tanaman yang suka agak lembab (mesofit) dan tanaman yang suka lembab (hidrofit). Anthurium termasuk tanaman yang suka media agak lembab. Untuk itu media tanamannya harus diambil dari bahan-bahan yang mamapu menahan air dengan baik tetapi tidak terlalu jenuh air. Pakis Sebagai Media Dasar, Dalam menetapkan media tanam dalam suatu tanaman, khususnya tanaman hias maka sebqagai dasar pertimbangan utama adalah habitat aslinya saat tanaman tersebut masih tumbuh di alam. Habitat asli di hutan untuk tanaman Anthurium adalah bonggol kayu sisa tebangan atau kayu roboh yang sudah membusuk. Untuk itu maka media dasar yang untuk pembudidayaan tanaman Anthurium ini adalah pakis. Pakis merupakan pohon jenis palm, pohon pakis mempunyai batang yang berserat kasar. Batang pakis yang telah ditebang dan diproses maka akan dihasilkan potongan-potongan serat yang sangat cocok untuk pertumbuhan Anthurium. Sifat media pakis ini adalah ringan, sangat porous dan mampu menahan air dengan baik. Bila disiram air, kondisi media pakis akan mampu mempertahankan kelembaban tetapi tidak jenuh air. Disamping itu, porousitas yang baik akan mampu memberikan susunan udara (aerasi) yang baik. Aerasi sangat dipengaruhi oleh susunan pori makro pada media. Media pakis, karena tersusun dari serat-serat kayu yang kasar maka susunan pori makronya sangat baik. Anthurium merupakan jenis tanaman yang mempunyai perakaran yang banyak. Bila diukur pertumbuhan akar akan jauh lebih tinggi disbanding pertumbuhan bagian tanamn di atas tanah (daun, bunga, dan buah). Sehingga keremahan media menjadi penting diperhatikan. Keremahan media merupakan suatu kodisi yang menetukan mudah tidaknya akar menembus media tanam. Media yang remah artinya media memberikan kondisi yang mudah untuk akar menembusnya. Media pakis merupakan media yang sangat remah karena bentuknya yang halus dan sangat lunak sehingga akar tanaman Anthurium mudah untuk menembusnya.Media yang baik akan memberikan suasana yang baik pula untuk pertumbuhan dan kesehatan akar. Akar Anthurium yang sehat bercirikan dengan akar yang berwarna putih. Akar yang tidak sehat akan berwarna cokelat kehitaman. Bila media tidak porous maka kebanyakan kar akan membusuk. Sebagai akibatnya tanaman tidak akan tumbuh dengan baik. TIPS : Susunan air (drainase) dan susunan udara (aerase) pada media merupakan hal yang sangat penting diperhatikan. Lebih-lebih untuk tanaman hias yang suka media kering dan suka media agak lembab. Kunci kesehatan tanaman dan pertumbuhan tanaman yang baik sebenarnya terletak pada media. Apabila kita sudah mendapatkan media yang cocok bagi suatu jenis tanaman maka perawatan dan pemeliharaan selanjutnya akan menjadi lebih mudah. Media yang kurang baik akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat dan menjadikan tanamn kurang sehat. Perlukah Campuran?Anthurium merupakan jenis tanaman yang tiadak rakus pada unsure hara. Di habitat aslinya mereka sudah mampu tumbuh dengan baik hanya di bonggol kayu bekas tebangan yang sudah membusuk dan dengan siraman air hujan. Seperti telah kita ketahui bahwa air hujan sudah cukup mengandung unsur nitrogen. Oleh sebab itu campuran pupuk kandang atau bahan organik lain yang ditambahkan ke dalam media pakis cukup sedikit saja. Kira-kira 10% dari volume media pakis sudah cukup. Pupuk yang sering dipakai sebagai bahan campuran media pakis adalah pupuk kandang dan organik. Pupuk kandang yang dapat digunakan adalah pupuk kandang sapi, pupuk kandang kerbau, pupuk kandang kambing dan pupuk kandang ayam. Dari hasil pengamatan secara praktek diperoleh gambaran bahwa pupuk yang lebih baik adalah pupuk kandang sapi dibanding pupuk kandang yang lain. Sedangkan pupuk organik yang cocok digunakan sebagai campuran antara lain pupuk organik dari dedaunan kaliandra, pupuk organik dari seresah daun bambu dan cocopit. Penggunaan pupuk kandang dan pupuk organik harus benar-benar dari pupuk yang sudah masak dan bentuknya sangat lembut, sehingga perlu dilakukan penyaringan terlebih dahulu sebelum dipakai sebagai campuran media.Ketersediaan pakis sebagai bahan media dasar untuk budidaya Anthurium semakin hari semakin berkurang. Hal ini karena semakin berkembangnya peminat dan penggemar Anthuirium. Untuk itu perlu dikaji bahan-bahan lain yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti media pakis. Untuk hal itu bisnis media tanam Anthurium masih terbuka luas dan bisnis media ini jiga cukup menjanjikan. Pada umumnya para penggemar tanaman, bahkan ditingkat nursery pun tidak mampu dan mau meramu sendiri media tanam ini.

Readmore...

Budidaya ANTHURIUM

Di alam anthurium mudah tumbuh pada media batang pepohonan yang telah membusuk atau tumbuh di pepohonan dan bersifat epifit. Oleh karenanya pembudidayaan tanaman ini tidaklah sulit.
Meskipun pembudidayaan tanaman relatif mudah namun cara pembudidayaan yang baik perlu dikuasai agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh baik sehingga mampu menampilkan keindahan yang prima. Untuk hal itu maka perlu pemahaman tentang morfologi tanaman, syarat tumbuh, media tanaman, penanaman, cara perawatan dan pengendalian hama penyakit. SYARAT TUMBUH : Kebutuhan Cahaya Untuk mendapatkan cahaya yang sesuai, pembudidayaan yang dilakukan pada daerah dataran rendah membutuhkan bangunan dengan atap naungan paranet 60-70%. Untuk dataran sedang menggunakan naungan paranet 50%. Sedang untuk dataran tinggi cukup digunakan atap paranet 25%. Jika cahaya terlalu banyak, daun akan menguning dan kering, sebaliknya bila cahaya kurang daun nampak lemas dan pucat, serta daun dan tangkainya cenderung memanjang. Kebutuhan Suhu : Suhu lingkungan yang optimal berkisar antara 18º-31º C. penampilan daun akan lebih mengkilap bilaman a perbedaan suhu siang dan malam tidak terlalu mencolok. Kondisi ini akan membantu membentuknya klorofil sehingga warna daun menjadi lebih hijau dan mengkilap. Untuk hal itu maka bilamana suhu siang terlalu tinggi, pada lingkungan pertanaman perlu ditambah kipas angin untuk menurunkan suhu.Kebutuhan Kelembaban Kelembaban udara yang cocok untuk pertumbuhan si raja daun ini berkisar antara 60%-80%. Bilamana kelembaban udara terlalu kering maka perlu penyemprotan air di sekitar tanaman. Sebaliknya bila terlalu lembab perlu dipasang kipas angin. Sirkulasi Udara : Angin semilir akan memberikan kondisi yang baik bagi tanaman, karena dengan adanya angin yang bertiup perlahan akan membuat hawa yang sejuk. Oleh karena itu peranan kipas angin yang dipasang di lingkungan pertanaman akan berperan ganda, yakni menyejukan udara, menjaga kelembaban udara dan menjaga suhu udara.

Readmore...

Penyakit Pada AGLAONEMA

Penyakit pada tanaman khususnya aglaonema disebabkan oleh 2 patogen, yaitu cendawan dan bakteri. Jumlah cendawan yang menyebabkan penyakit umumnya lebih banyak dibanding bakteri. Bagian tanaman yang terkena bakteri biasanya mengeluarkan bau tidak sedap.
1. Busuk Akar Penyakit ini ditandai dengan daun yang menjadi pucat lalu busuk, batang yang berlubang dan layu, serta akarnya berwarna coklat kehitaman. Busuk akar disebabkan karena media yang terlalu lembap sehingga menyebabkan cendawan cepat berkembang. Tanggulangi busuk akar dengan mengganti media baru yang lebih porous, lalu potong bagian akar yang busuk dan oleskan fungisida pada bekas potongan. Bisa juga dengan menyemprotkan fingisida Previcur N dosis 1 ml/l dengan frekuensi 2 minggu sekali.2. Layu FusariumGejala serangan ditandai dengan tulang daun yang pucat berubah warna menjadi cokelat keabuan lalu tangkainya membusuk. Penyababnya adalah media yang selalu basah sehingga media tanam jadi ber-pH rendah. Kondisi tersebut membuat cendawan fusarium oxysporium leluasa berkembang. Penyakit ini dapat ditanggulangi dengan cara mengganti media tanam. Dapat juga dengan menyiramkan fungisida Derosol 500 SC dosis 1,5 ml/l setiap 2 minggu. Bisa juga diatasi dengan menyemprotkan fungsida Folicur 25 WP 1-2 g/l atau Folocur 250 EC 1-2 ml/l atau Delsane MX 200 dosis1 g/l. Penyakit ini dapat dicegah dengan menyiramkan Folicur 250 EC dengan konsentrasi 2 ml/l setiap 2 minggu sekali.3. Layu BakteriDari namanya tentu dapat diketahui bahwa penyakit tanaman disebabkan oleh bakteri. Layu bakteri ditandai dengan daun dan batang yang melunak serta bau yang tak sedap. Untuk mencegahnya, media tanam harus tetap dijaga agar tidak terlalu basah dan lingkungan sekitar tidak terlalui lembap. Atasi layu fusarium dengan menyemprotkan bakterisida Agrept dosis 1-2 ml/l atau Starner dosis 1 g/l setiap 2 minggu sekali.4. Bercak DaunPenyakit ini disebabkan oleh cendawan. Sesuai namanya, penyakit ini ditandai dengan adanya bercak daun yang lama kelamaan akan membusuk. Bercak daun ini dapat diatasi dengan langsung memotong daun yang busuk. Dapat juga menyemprotkan fungisida folicur 25 WP dosis 1-2 g/l atau folicur 250 EC dosis 1-2 ml/l. Selain itu, dapat juga dengan menggunakan Score dosis 1 cc/l. Frekuensi penyemprotan 2 minggu sekali. Pupuk berkadar kalsium tinggi juga dapat membantu mengatasi penyakit ini.VIRUSAdanya virus pada aglaonema ditandai dengan daun yang berlubang menjadi kekuningan atau menjadi keriting. Perubahan tersebut karena virus dapat menghancurkan klorofil dan jaringan lainnya pada daun. Tanaman yang terjangkit virus tidak dapat ditanggulangi. Perawatan dan pengendalian lingkungan yang baik merupakan cara pencegahan yang paling efektif. Virus dapat menyebar dengan bantuan vektor seperti hama pengisap cairan tanaman dan penggunaan alat potong yang tidak steril.Kelainan FisiologisGejala fisiologis disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan seperti sinar matahari, suhu, defisiensi hara, air, dan tingkat keasaman. Sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan daun mengering dan layu. Bercak coklat akan timbul bila daun yang tidak berklorofil terbakar sinar matahari.Sumber cahaya yang tidak merata dan posisi tanaman yang tidak pernah diputar menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi miring. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan warna daun pada aglaonema menjadi memucat. Selain itu, kelebihan air dapat menyebabkan daun menguningDisamping gejala-gejala tersebut, pernahkah Anda melihat daun aglaonema menjadi kecil dan kerdil? Hal itu bisa disebabkan oleh defisiensi hara, media yang sudah lama tidak diganti, atau aglaonema tidak cocok dengan ketinggian tempat.

Readmore...