We are proud to offer True Indoor Bonsai trees developed and grown by Fuku-Bonsai. Fuku-Bonsai is recognized in the world bonsai community for their exceptional quality, and uniquely Hawaiian bonsai style. The popular Dwarf Schefflera Arboricola Lava Rock Plantings are ideal starter stock for those wanting to grow indoor bonsai. It meets the two basic rules for selecting starter stock: 1) It is a proven house plant to grow indoors, while many traditional bonsai trees are �outdoor� plants, making them more difficult for the beginner. 2) Each plant is trained for 2-4 years before rock planting, so it already has some "character," with branches and established surface and/or aerial roots. The plant is also much more durable.
Tuesday, May 06, 2008
Pemupukan Anthurium? Organik atau Kimia?
Sedikitnya ada 11 email yang mengajukan pertanyaan senada, yang masing-masing intinya manakah yang lebih baik untuk Anthurium, organik atau kimia ? Secara sederhana jawabannya adalah kombinasi keduanya dengan dosis yang tepat, untuk merk dagang mana yang paling bagus rasanya kurang pas kalau saya posting disini, kesimpulannya pupuk kimia tidak ada masalah selama sesuai dosis pemakaian. Untuk pupuk organik lebih minim efek samping yang merugikan, hanya saja mungkin proses sterilisasi yang kurang maksimal, khususnya pupuk kandang. Kelebihan pupuk juga tidak berakibat buruk pada tanaman, beda dengan pupuk kimia yang pasti mengakibatkan efek samping apabila over dosis. Pupuk kimia yang banyak tersedia dalam berbagai bentuk antara lain cair, bubuk, butiran, dan stick/batangan harus diperhatikan cara pemakaian dan dosis yang tertera pada kemasan. Pupuk kimia sifatnya mempercepat, meningkatkan, menggenjot pertumbuhan akar, daun, atau pembentukan buah/biji, jadi perbedaannya dengan organik ibaratnya perbedaan anda minum jamu kuat atau menggunakan doping. Lebih aman yang mana ? pasti lebih aman pakai organik. Lebih baik yang mana ? relatif penggunaan dan dosis tentunya. Sederhananya begini, pupuk kimia merupakan hasil dari kemajuan teknonogi yang diciptakan setelah proses eksperimen dan penelitian para ahli yang tentu saja lebih baik daripada teknologi di belakangnya. Yang tentu saja kandungan unsur hara makro dan mikro dapat diketahui dengan jelas. Naik sepeda lebih aman dan tanpa polusi, tapi menggunakan mobil bisa lebih cepat sampai tujuan dan tidak kehujanan atau kepanasan. Yang harus diperhatikan, waktu ideal pemberian pupuk dengan penyemprotan adalah di pagi hari jam 06.00-09.00 atau sore hari jam 16.00-18.00, jangan melakukan penyemprotan ketika terik matahari atau tanaman baru terkena sinar matahari bisa menyebabkan daun terbakar, layu atau datangnya jamur. Penyemprotan bisa dilakukan 2 minggu sekali, untuk slow release bisa 3 bulan sekali dengan ditaburkan saja atau dibenamkan dalam media tanam. Semoga Anthurium anda selalu sehat dan indah dipandang…(Deni Lurniawan)Trend Tanaman Hias 2008
Sampai saat ini belum ada survey yang menyebutkan penggemar tanaman hias apa yang lebih banyak. Sebelumnya adenium disebut sebagai tanaman hias yang mempunyai penggemar paling banyak, disusul aglaonema dan tanaman hias lain. Tetapi setelah kemunculan booming Anthurium, penggemar Anthurium juga menyebut komunitas Anthurium lah yang terbesar. Yang harus dicatat, meledaknya Anthurium belum ada dalam sejarah tanaman hias Indonesia ada jenis lain yang menyamainya. Tentu saja wajar jika persaingan trend tanaman hias sangat ketat, masing-masing komunitas berusaha sekuat tenaga untuk melambungkan jenis tanaman hias yang mereka kembangkan. Di tengah harga Anthurium yang mulai terkoreksi dan menata diri, berbagai macam event pameran, berita media cetak, elektronik mulai gencar menyemarakkan kembali dunia tanaman hias di Indonesia. Ada perkembangan yang cukup berarti dalam jual beli tanaman hias, yang jelas dipengaruhi meningkatnya daya beli dan siklus tahunan yang sudah saya bahas sebelumnya. Adenium mulai diperbincangkan, Aglaonema yang sempat di-tidur-kan Anthurium juga mulai gencar di beritakan media. Berikutnya jenis sansevieria yang diramal akan meramaikan pasar.Dan Anthurium yang sempat mengalami kelesuan pasar juga mulai menggeliat kembali. Di sini saya lebih membahas Anthurium karena saya juga pemain Anthurium, mendekati bulan Februari dan Maret penjualan Anthurium diberbagai event khususnya daerah Jawa mulai meningkat, meskipun masih belum bisa dibandingkan booming di taun 2007. Tapi setidaknya apa yang pernah saya bahas sebelumnya perlahan-lahan mulai mendekati kenyataan. Permintaan jenis Anthurium berwarna yang paling terlihat, sementara jenis jenmanii masih relatif mahal dijangkau hobiis pemula atau end user. Semakin banyaknya varian baru yang bermunculan juga menjadi salah satu penyebabnya. Dan para hobiis banyak yang mengalihkan buruan ke jenis-jenis yang lebih murah dan terjangkau, khususnya jenis hokeri yang berwarna merah dan hitam, permintaan pasar mulai meningkat. Anthurium gelombang cinta yang kembali ke harga normal juga mulai meramaikan pasar. Untuk tingkat kolektor, jenis-jenis langka yang selalu diburu, antara lain Anthurium yang mengalami mutasi bentuk ataupun mutasi warna ( variegata ). Untuk jenmanii varian ular-ularan masih menempati kelas teratas disusul oleh jenis jenmanii Supernova yang sampai saat ini masih menjadi kontroversi mengenai manakah yang lebih asli dari beberapa indukan Supernova yang ada di Indonesia.. Sementara Anthurium berdaun oval juga mulai banyak di buru jenis mangkok, kol, pagoda dll permintaannya lebih tinggi dibandingkan jenmanii berdaun lancip atau memanjang. Kesimpulannya, jenis tanaman hias apa saja ( aglaonema, adenium, sanse dll ) akan mengalami peningkatan, jenis apakah yang akan berada dipuncak ? Mungkin bisa dilihat antara bulan Mei-Juni . Terlalu subyektif kalau saya mengatakan Anthurium tetap kokoh dipuncak, anda bisa mengatakan tulisan saya adalah politik dagang tapi bisa di bandingkan dengan berita beberapa media cetak yang cukup besar dan terpercaya dan berbagai survey di berbagai ajang pameran besar di beberapa kota di Indonesia. Deni Kurniawan